Nov 13

“ PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR “

ICT dalam bahasa Indonesia yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah salah satu bidang kajian yang beberapa tahun kebelakang mulai berkembang di Negara kita dan telah banyak di implementasikan dalam berbagai bidang. ICT merupakan sumber daya informasi yang menjangkau dunia pendidikan. Sumber daya yang diperoleh dari ICT ialah dapat mengetahui informasi tentang media pembelajaran di sekolah lain. Dalam bidang pendidikan Internet telah memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran meskipun di dunia pendidikan terdapat beberapa tantangan yaitu sebagai berikut:
1. Proses pendidikan itu memerlukan waktu tenggang (lead time) yang cukup lama. Setidaknya seseorang dituntut untuk mengikuti pendidikan sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
2. Dalam pendidikan itu berlaku prinsip “irreversibilitas”.
3. Tantangan yang kita hadapi masa depan cenderung berkembang semakin kompleks, yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai akibat dari arus globalisasi yang semakin terbuka.
Teknologi informasi (ICT) adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. (William &Sawyer :2003). Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
Pengenalan ICT sangat dibutuhkan dalam pembelajaran komputer di sekolah dasar.Zaman dulu dan sekarang pengenalan ICT di setiap sekolah sudah berbeda karena disesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada.Zaman dulu pengenalan ICT belum begitu merata karena ICT pada saat itu belum begitu diminati oleh masyarakat karena komputer pada saat itu merupakan barang tersier.Sedangkan pada zaman sekarang komputer merupakan barang yang mendekati barang primer dan saat ini ICT sangat diperlukan dalam berbagai bidang khususnya bidang pendidikan. Dalam pembelajaran ICT setiap sekolah dasar memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan pembelajaran ICT.
Pada tingkat sekolah dasar biasanya pengenalan ICT lebih cenderung ke arah kemampuan menggunakan komputer dan internet daripada media yang lain. Hal ini dikarenakan pengenalan media komputer lebih dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran dan pencarian informasi. Pengenalan materi tentang komputer sangat beragam bentuk dan jenis dalam proses pengoperasiannya dan hal itu dapat dilakukan seorang guru dengan memberikan teori-teori tentang komputer disertai dengan prakteknya.
Pada kelas rendah dan tinggi ada perbedaan dalam membelajarkan penggunaan media komputer. Pembelajaran komputer di kelas rendah masih terlihat begitu ringan daripada pembelajaran komputer di kelas tinggi karena siswa di kelas tinggi cara berpikirnya sudah berbeda dengan siswa kelas rendah. Proses pengenalan ICT di tingkat sekolah dasar masih tergolong ringan dibandingkan dengan tingkatan pendidikan di atasnya. Pengenalan tentang komputer contohnya ialah pengenalan microsoft word, macam-macam perangkat keras, macam-macam perangkat lunak, cara untuk menghidupkan komputer, dll.
Pemanfaatan ICT di Tingkat Sekolah Dasar
Pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan akhir-akhir ini digalakkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT).Pemanfaatan ICT ini secara umum bertujuan menghubungkan murid-murid dengan jaringan pengetahuan dan informasi. Selain itu mengembangkan sikap dan kemampuan murid-murid untuk belajar sepanjang hidup (life-long education), meningkatkan kinerja guru dalam bidang ICT. Pada akhirnya akan mengubah sekolah menjadi institusi pembelajaran yang kreatif dan dinamis dengan menjadikan murid-murid sebagai pembelajar yang lebih termotivasi, selalu ingin tahu, dan kreatif.
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka pemanfaatan ICT ini adalah dengan menyediakan prasarana dan fasilitas TIK untuk murid dan guru yang memungkinkan mereka mengakses informasi, mendorong pemain kunci dalam sistem sekolah dalam menjalankan peran baru mereka.Di samping itu juga, sekolah mengintegrasikan TIK dalam pendidikan sekolah melalui kurikulum yang sesuai dan dukungan sumberdaya dan mendorong tumbuhnya lingkungan berbasis komunitas yang kondusif terhadap manajemen perubahan. Menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran mempunyai kelebihan, yakni mempermudah dan mempercepat kerja siswa (mengefisienkan), juga menyenangkan karena siswa berinteraksi dengan warna-warna, gambar, suara, video, dan sesuatu yang instan. Situasi dan kondisi yang menyenangkan ini sebenarnya menjadi faktor yang sangat penting dan esensial untuk mencapai efektivitas belajar. Di sini teknologi mampu membangkitkan emosi positif dalam proses belajar. Selain membantu menciptakan kondisi belajar yang kondusif bagi mental siswa, peran penting kedua dari teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah menyediakan seperangkat media dan alat (tools) untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan siswa, serta tentu saja memberi keterampilan penggunaan teknologi tinggi (advanced skills). Perkembangan ICT di dunia sangat cepat, dari waktu ke waktu.Perkembangan ICT tersebut tentunya merupakan potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.Teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, yang dapat digali untuk kepentingan pengembangan pendidikan yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.
Adapun beberapa contoh penerapan pembelajaran berbasis ICT yang dapat dilakukan oleh pendidik sekolah dasar :
1. Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran (E-Learning)
E-learning merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya.Melalui e-learning belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.Belajar mandiri berbasis kreativitas siswa yang dilakukan melalui e-learning mendorong siswa untuk melakukan analisa dan sintesa pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri.Siswa dirangsang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk belajar melalui e-learning diantaranya : e-book, e-library, interaksi dengan pakar, emaill, mailling list, News group, dan lain-lain.
2. Teknologi Informasi untuk Media Pembelajaran
Penerapakan ICT dalam pembelajaran salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas kemampuan siswa.Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa.Penggunaan multi metoda dan multi media sangat membantu untuk meningkatkan hasil belajar.Teknologi informasi dengan teknologi audio visual mengahasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.Pembelajaran berbasis multi media (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian.
Dampak penerapan pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar
Penerapan ICT dalam pembelajaran di sekolah dasar memliki dampak yang besar terhadap perkembangan siswa. Seperti halnya tujuan utama dari pembelajaran berbasis ICT sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penerapan ICT juga memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai dampak dari penggunaan ICT dalam proses pembelajaran.
Adapun beberapa kelebihan penerapaan pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar yang merupakan dampak positif penerapaan pembelajaran berbasis ICT antara lain
1. Menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengasyikan (efek emosi)
2. Siswa akan menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran.
3. Membekali kecakapan siswa untuk menggunakan teknologi tinggi
4. Mendorong lingkungan belajar konstruktivis
5. Mendorong lahirnya pribadi kreatif dan mandiri pada diri siswa
6. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
7. Membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lamba
Selain memliki kelebihan, penerapan ICT juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu diantaranya :
1. Penerapannya membutuhkan biaya yang relatif besar.
2. Rentan terhadap penyalahgunaan fungsi.
3. Guru dalam dalam penerapan ICT dituntut memiliki keahlian tinggi.
4. Sulit diterapkan di sekolah yang kurang maju yang pada umumnya terdapat di pedesaan.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemanfaatan ICT
Menyediakan prasarana dan fasiitas TIK untuk murid dan guru yang memungkinkan mereka mengakses infromasi, mendorong pemain kunci dalam system sekolah dalam system sekolah dalam menjalankan peran baru mereka, sekolah meintegrasikan TIK dalam pendidikan sekolah melalui kurikulum yang sesuai dan dukungan sumberdaya dan mendorong tumbuhnya ingkungan berbasis komunitas yang kondusif terhadap manajamen perubahan. Contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab computer maupun dengan computer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain :
a. Membuat diagram
b. Membuat rentang waktu (time line)
c. Membuat grafik
d. Membuat sajak atau naskah
e. Membuat karya video
f. Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng
g. Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
h. Merancang booklet
i. Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya.
j. Membuat peta pikiran
k. Membuat lukisan dengan computer
l. Membuat komik
m. Membat denah ruangan
n. Memutar CD Rom
o. Mencari informasi di internet
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemanfaatan ICT:
1. Menyediakan prasaran dan fasilitas TIK untuk murid dan guru yang memungkinkan mereka mengakses informas
2. Mendorong pemain kunci dalam system seolah dalam menjalankan peran baru mereka
3. Sekolah mengitegrasikan TIK daam pendidikan sekolah melalui kurikulum yang sesuai dan dukungan sumberdaya dan mendorong tumbuhnya lingkungan berbasis komunitas yang kondusif terhadap manjemen perubahan.
Dampak Positif Penerapan Pembelajaran Berbasis ICT di Sekolah Dasar:
1. Menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengasyikan (efek emosi).
2. Siswa akan menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran.
3. Membekali kecakapan siswa untuk menggunakan teknologi tinggi.
4. Mendorong lingkungan belajar konstruktivis.
5. Mendorong ahirnya pribadi kreatif dan mandiri pada diri siswa.
6. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
7. Membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lambat dan meningkatkan efektifitas belajar bagi siswa yang cepat dalam belajar.
Dampak Negatif Penerapan Pembelajaran Berbasis ICT di Sekolah Dasar:
1. Penerapannya membutuhkan biaya yang reatif besar.
2. Rentan terhadap penyalah gunaan fungsi
3. Guru dalam mengoperasikan beberapa saran pendukung penerapan ICT seperti komputer dituntut memiliki keahlian tinggi
4. Sulit diterapkan di sekolah yang kurang maju yang pada umumnya terdapat di pedesaan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pemanfaatan ICT Di Sekolah Dasar
Penerapan pembelajaran berbasis ICT merupakan kegiatan yang mencakup semua komponen sekolah, baik itu dari sekolah maupun dari diri individu setiap siswa. Tercapainya tujuan pembelajaran berbasis ICT ini memerlukan kerja sama antara semua komponen sekolah. Adapun beberapa faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran berbasis ICT di sekolah dasar yaitu :
• Kemampuan Sekolah
Salah satu unsur yang menyebabkan ICT digunakan secara maksimal adalah dengan adanya fasilitas komputer yang memadai. Memang bila kita melihat sekolah-sekolah elit di kota besar, kita akan menemukan sekolah yang mempunyai sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, misalnya komputer. Tetapi untuk sekolah-sekolah di daerah pinggiran kota atau kepulauan, kita akan sulit menemukan sarana dan prasarana yang lengkap terutama komputer (tentunya yang layak dan memadai untuk sebuah proses pembelajaran).
Selama ini pemerintah memang memberikan komputer kepada sebagian sekolah, tetapi untuk sekolah yang tidak kebagian harus berusaha sendiri untuk membeli komputer. Bagi sekolah elite, mungkin sangat mudah, tetapi bagi sekolah yang untuk merenovasi sekolahnya saja masih pontang-panting mencari dana apalagi untuk membeli komputer itu akan sangat memberatkan. Termasuk sekolah-sekolah swasta di daerah dan pinggiran termasuk di kepulauan yang masih tertatih-tatih untuk menghidupi dirinya.Sedangkan komputer merupakan sarana utama agar pemanfaatan ICT berjalan maksimal.
• Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM)
Kunci utama agar pemanfaatan ICT berjalan maksimal adalah guru.Untuk itu diperlukan guru yang profesional.Sedangkan dalam kenyataannya tidak semua guru lulusan program sarjana adalah tenaga pendidik yang profesional dalam menggunakan peralatan seperti komputer. Hal ini juga akan menjadi hambatan yang cukup serius mengingat yang menjadi kunci utamanya adalah guru dalam pemanfaatan ICT. Ketika guru-guru yang ada sudah tidak mampu, maka pemanfaatan ICT ini hanya akan menjadi wacana yang terus berkembang dan hanya mengambang tanpa ada perwujudan dalam kenyataan.
• eSosial
Perkembangan dan proses belajar seseorang tidak dapat terjadi tanpa kehadiran pengaruh lingkungan (masyarakat). Begitu juga dengan pemanfaatan ICT tidak akan maksimal tanpa didukung oleh lingkungan. Di lingkungan kota-kota besar, sangat mudah untuk mencari perangkat ICT sehingga pemanfaatan ICT akan maksimal. Termasuk ketika memberikan tugas yang harus mengakses internet, misalnya, akan lebih mudah dilakukan. Akan tetapi untuk kasus sekolah-sekolah yang ada di kepulauan, misalnya, yang listrik saja harus hidup di malam hari, tidak terjangkau provider sehingga internet tidak bisa diakses, maka pemanfaatan ICT akan kurang maksimal walaupun di sekolah itu mempunyai sarana komputer lengkap.

DAFTAR PUSTAKA

Suryadi.2007. Pemanfaatan ICT Dalam Pembelajaran.
http://lppm.ut.ac.id/ptjj/82sept07/01-acesuryadi.pdf.
Sunarto.2009. Seminar Nasional Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.
http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/26/Seminar-nasional-pemanfaatan-ict-dalam-pembelajaran/

Nov 13

Nov 4

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!